BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Cacing tanah atau Earthworm merupakan makroorganisme
tanah yang hidup dalam tanah dengan sumber makanan dari bahan organik yang ada
dalam tanah. Cacing tanah membantu dalam perombakan bahan organik yang ada
dalam tanah menjadi berbagai senyawa dan ion yang sebagian besar berupa hara
yang lebih mudah tersedia bagi tanaman. Selain itu, senyawa dan ion tersebut
juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai organisme
tanah lainnya, baik bermanfaat bagi makroorganisme tanah lainnya, maupun
mesoorganisme tanah dan mikroorganisme tanah, sehingga merangsang pertumbuhan
dan perkembangan aktivitas biologis dalam sistem tanah tersebut.
Cacing tanah
menghasilkan kotoran cacing yang disebut sebagai "Kotcing". Kotcing
(kotoran cacing) mengandung ion fosfat dengan kadar yang tinggi. Ion Fosfat
merupakan salah satu ion essensial baik untuk pertumbuhan dan perkembangan
tanaman, maupun untuk pembelahan sel dan pembesaran serta perkembangan sel dari
berbagai organisme tanah.
1. Cacing
Epigeik adalah cacing yang hidup di atas tanah yang memiliki ciri cacing
tersebut memakan bahan organic di atas tanah, tidak membentuk liang dan
warnanya gelap.
2. Cacing
Endogeik adalah cacing yang hidup dibawah tanah atau dasar tanah yang mana
memiliki ciri memakan mineral tanah, membuat liang dan tinggal didalamnya,
warnanya merah muda serta castinnya dibentuk didalam tanah.
3. Cacing
Anesik adalah cacing yang hidupnya di atas dan bawah tanah, cacing ini sangat
menyuburkan tanah karena dapat membolak balikkan tanah sehingga banyak casting
yang ditinggalkan didalam liang. Cacing ini memiliki ciri berwarna gelap pada
atas tubuhnya dan berwarna merah muda pada bagian bawah tubuhnya.
BAB II
PEMBAHASAN
- Peran Cacing dalam
Tanah
Cacing tanah
memiliki peran penting bagi kesuburan tanah, cacing menghancurkan bahan organic
sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur
dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah
sangat bermanfaat antara laian meningkatkan infiltrasi, memampatkan agregasi
tanah, mengangkut bahan organic ke bagian tanah yang lebih dalam meningkatkan
populasi mikroba yang menguntungkan tanaman .
Beberapa perbaikan sifat biologi tanah dari peranan
Cacing tanah:
a)
Cacing
tanah bermanfaat dalam meningkatkan aktivitas organisme tanah,
b)
Cacing
tanah bermanfaat dalam menigkatkan keragaman organisme tanah.
c)
Cacing
tanah bermanfaat meningkatkan populasi organisme tanah.
Cacing tanah
dapat memperbaiki sifat kimia tanah baik secara langsung (direct effect) maupun
tidak langsung (indirect effect).
Ø Pengaruh Langsung
Cacing tanah dapat membantu dalam sirkulasi unsur hara
dalam tanah. Mobilitas cacing tanah dalam sistem tanah berlangsung baik secara
horizontal maupun vertikal. Mobilitas secara vertikal menyebabkan terjadi
sirkulasi unsur hara dari sisitem tanah bagian
lebih dalam ke sistem tanah bagian atas dan terjadi juga sebaliknya. Sirkulasi
unsur hara tersebut sangat menguntungkan bagi memenuhi kebutuhan unsur hara
tanaman. Tanah dengan populasi cacing tanah yang
lebih banyak mempengaruhi terhadap peningkatan ketersediaan P bagi tanaman.
Selain itu juga terjadi peningkatan pH tanah.
Cacing tanah dapat membantu dalam proses dekomposisi
bahan organik yang ada dalam tanah. Proses dekomposisi tersebut akan dibebaskan
berbagai unsur hara yang menjadi lebih tersedia bagi tanaman.
Ø Pengaruh Tidak Langsung:
Pengaruh tidak
langsung dari cacing tanah terhadap perbaikan sifat kimia tanah, dikelompokkan
dalam dua kategori, yaitu:
a. Pengaruh tidak langsung Intern sistem tanah.
b. Pengaruh tidak langsung melalui proses tambahan diluar sistem
tanah.
Pengaruh tidak langsung Intern sistem tanah merupakan
perbaikan kimia tanah karena integrasi dari berbagai perbaikan fisiko-kimia
tanah, kimia-biologi tanah, dan fisik-kimia-biologi tanah. Pengaruh Integrasi
dalam intern sistem tanah mempercepat proses perbaikan sifat tanah.
Pengaruh tidak langsung melalui proses tambahan diluar
sistem tanah merupakan pengaruh dari penggunaan dari proses pemanfaatan cacing
tanah dalam merombak bahan organik menjadi pupuk organik yang dapat memperbaiki
sifat kimia tanah. Proses ini dikenal sebagai "Vermikomposting".
"Vermikomposting" merupakan proses pembuatan pupuk kompos plus dengan
memanfaatkan aktivitas cacing tanah. Pupuk kompos yang dihasilkan dari proses
ini disebut pupuk "Vermikompos".
- Terhadap
pertumbuhan tanaman
Peran cacing tanah terhadap pertumbuhan tanaman adalah
melihat cacing sebagai dekomposer. Decomposer
adalah makhluk hidup yang berfungsi untuk menguraikan makhluk hidup yang telah
mati, sehingga materi yang diuraikan dapat diserap oleh tumbuhan yang hidup
disekitar daerah tersebut. Beberapa jenis cacing tanah antara lain: Pheretima,
Periony dan Lumbricus.
Ketiga jenis cacing tanah ini menyukai bahan organik yang
berasal dari pupuk kandang dan sisa-sisa tumbuhan. Cacing memiliki banyak
kegunaan antara lain: membantu menghancurkan bahan organic yang dapat
mempengaruhi kesuburan suatu tanah, Bahan Pakan Ternak, Bahan Baku Obat dan
bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit, Bahan Baku Kosmetik dan bahan baku
makanan untuk beberapa jenis cacing yang dapat dikonsumsi dan bermanfaat bagi
manusia
Pada tahun 1941 hasil penelitian T.C. Puh menyatakan,
bahwa karena aktivitas cacing tanah, maka N, P, K tersedia dan bahan organik
dalam tanah dapat meningkat. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur pokok bagi
tanaman.
Tahun 1949 Stockli dalam penelitiannya menjelaskan, bahwa
humus dan mikroflora kotoran cacing tanah lebih tinggi dari tanah aslinya.
Demikian juga percobaan pada tanah-tanah gundul bekas tambang di Ohio (Amerika
Serikat) menunjukan, bahwa cacing tanah dapat meningkatkan kadar K tersedia 19%
dan P tersedia 165%.
Tahun 1979, Wollny juga menyatakan bahwa cacing tanah
mempengaruhi kesuburan dan produktivitas tanah. Dengan adanya cacing tanah,
kesuburan dan produkvitas tanah akan meningkat. Selain itu cacing tanah juga
dapat meningkatkan daya serap air permukaan. Liang cacing tanah yang ditinggal
dalam tanah berfungsi memperbaiki aerasi dan drainase. Keduanya sangat penting
dalam pembentukan tanah. Cacing tanah
juga membantu pengangkutan sejumlah lapisan tanah dari bahan organik. Lapisan
bawah permukaan dan mencampurkan tanah dari bahan organik dengan bahan organik.
Cacing tanah juga dapat memperbaiki dan mempertahankan struktur tanah.
Lubang-lubang cacing dan humus secara langsung menjadikan tanah gembur.
Di kota-kota besar, sampah merupakan salah satu masalah
yang rumit. Untuk memusnahkannya membutuhkan biaya yang sangat besar. Untuk
mengatasinya, beberapa kota besar di luar negeri telah mencoba memanfaatkan
cacing tanah. Ternyata cacing tanah mempunyai kemampuan yang cukup besar dan
cukup mengagumkan untuk memusnahkan bahan organik. Dari hasil penelitian para
ahli makanan ternak, ternyata selain tepung ikan, cacing tanah pun bisa
digunakan untuk pakan ternak dan ikan. Menurut mereka, kadar protein cacing
tanah lebih tinggi dibanding dengan tepung ikan. Selain itu kandungan asam
aminonya paling lengkap, tidak berlemak, mudah dicerna dan tidak bertulang
sehingga seluruh jasadnya dipakai.
Dalam dunia pengobatan tradisional Tiongkok, cacing tanah
digunakan dalam ramuan untuk menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain
meredakan demam, untuk penderita tekanan darah tinggi, bronchitis, reumatik
sendi, sakit gigi, dan juga dapat menyembuhkan tifus. Sedangkan
di negara-negara industri maju, cacing tanah sudah dimanfaatkan dalam bidang
kosmetika. Minyak hasil ekstraksi cacing tanah dapat digunakan sebagai
pelembab.
Penggunaan cacing tanah sebagai makanan manusia pada
umumnya dicampur dengan makanan lain. Di Filipina, cacing tanah digunakan sebagai bahan untuk membuat perkedel.
Di negara itu cacing tanah sudah mulai disukai sebagai santapan yang
lezat. Mungkin saja bagi anda yang belum
pernah mencoba hidangan atau pengobatan yang berasal dari cacing tanah ini, ada
yang merasa risi atau jijik. Sama halnya dengan mengkonsumsi air kencing,
kecoa, cicak, empedu binatang melata, dan sebagainya. Tapi apa salahnya apabila
mencobanya, daripada mengkonsumsi obat-obatan kimia, yang tentunya punya risiko
terhadap kerusakan/ penyakit ginjal.
Cacing tanah bersegmen mampu menghasilkan material tanah
30 ton per hektar melalui digesti enzimatik dalam tubuhnya, dan peruraian hewan.
Bekas cacing ini memiliki nitrogen, pospor, potassium,
kalsium, magnesium, pH, pertukaran kation yang lebih tinggi dibandingkan
didalam tanah. Jumlah cacing tanah dalam lantai hutan diperkirakan mencapai 1,5
juta-2,5 juta perhektar.
Lahan
pertanian yang mengandung cacing tanah pada umumnya akan lebih subur karena
tanah yang bercampur dengan kotoran cacing tanah sudah siap untuk diserap oleh
akar tanaman. Cacing tanah yang ada di dalam tanah akan mencampurkan bahan
organik pasir ataupun bahan antara lapisan atas dan bawah. Aktivitas ini juga
menyebabkan bahan organik akan tercampur lebih merata.
Pada tahun 1941 hasil penelitian T.C. Puh menyatakan,
bahwa karena aktivitas cacing tanah, maka N, P, K tersedia dan bahan organik
dalam tanah dapat meningkat. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur pokok bagi
tanaman. Tahun 1949 Stockli dalam penelitiannya menjelaskan, bahwa humus dan mikroflora
kotoran cacing tanah lebih tinggi dari tanah aslinya. Demikian juga
percobaan pada tanah-tanah gundul bekas tambang di Ohio (Amerika Serikat)
menunjukan, bahwa cacing tanah dapat meningkatkan kadar K tersedia 19% dan P
tersedia 165%.
Cacing tanah juga dapat memperbaiki dan mempertahankan
struktur tanah. Lubang-lubang cacing dan humus secara langsung menjadikan tanah
gembur. Cacing ini memakan oarganisme hidup yang ada di dalam tanah dengan
cara menggali tanah.Kemampuannya yang dapat menggali bermanfaat dalam
menggemburkan tanah.
BAB
III
PENUTUP
- Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat diambil dari isi makalah ini
adalah ;
Ö Cacing tanah dapat membantu dalam proses dekomposisi
bahan organik yang ada dalam tanah. Proses dekomposisi tersebut akan dibebaskan berbagai
unsur hara yang menjadi lebih tersedia bagi tanaman.
Ö Cacing
menghancurkan bahan organic sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah.
Ö Cacing tanah sangat bermanfaat antara laian
meningkatkan infiltrasi, memampatkan agregasi tanah, mengangkut bahan organic
ke bagian tanah yang lebih dalam meningkatkan populasi mikroba yang
menguntungkan tanaman .
B.
Saran
Adapun saran yang dapat diambil dari
makalah ini adalah ;
Ö Maklah ini dapat dijadikan sebagai
tambahan pembelajaran yang dapat meningkatkan wawasan mengenai peran cacing
dalam tanah.
Ö Penulis
banyak berharap para pembaca memberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun kepada penulis demi
sempurnanya makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Perancacingdalamtanah.http://google.com/wikipedia/.27Juni 2012
mksh ats ilmunya,,,
BalasHapusKalau says taruh dengan sengaja facing Lumbricus di atas lahan tanaman jahe saya,Kira Kira mengganggu GA ya? THX
BalasHapus